Sedapnya Semerbak Aromatik Saksang Ayam dengan Bumbu Andaliman

Makanan ciri khas dari Tano Batak ini susah dilupakan gigitan pedasnya yang ciri khas. Kinipun telah di buat dengan daging ayam tanpa ada kombinasi darah.

Sedapnya Semerbak Aromatik Saksang Ayam dengan Bumbu Andaliman

Sedapnya Semerbak Aromatik Saksang Ayam dengan Bumbu Andaliman

Saksang – juga seringkali dimaksud sangsang – yaitu masakan Batak yang begitu popular. Diluar itu, saksang juga adalah hidangan harus dalam pesta serta acara kebiasaan di Tano Batak. Biasanya, protein yang digunakan untuk buat saksang yaitu daging babi.

Namun, orang-orang Batak yang menghormati keberagaman, juga seringkali mendatangkan saksang dari daging sapi, kerbau, ataupun ayam. Saat ini, dalam beragam pesta kebiasaan, nyaris senantiasa ada meja terpisah yang menghidangkan ” masakan nasional ” – berarti : dibuat dengan memerhatikan azas kehalalan.

Karenanya, saksang sapi serta saksang ayam juga makin popular. Maklum, banyak yg tidak ikhlas apabila resep selezat ini cuma dikhususkan untuk memasak babi. Dengan tradisionil, satu diantara elemen paling utama dalam memasak saksang yaitu gota (darah) – baik darah babi, sapi, ataupun ayam.

Namun, spesial untuk saksang sapi/kerbau/ayam, gota malah begitu tidak sering dipakai. Bahkan juga untuk saksang babi juga seringkali tidak digabung gota karna pertimbangan kesehatan.

Ciri paling utama masakan saksang yaitu aromanya yang harum – terutama dibuat oleh beberapa bahan aromatik seperti serai, daun jeruk, serta ketumbar. Ciri yang beda yaitu pedasnya yang menggigit serta begitu unik. Pedasnya dibuat oleh andaliman (= tuba = Szechuan pepper) yang membuat ciri-khas begitu unik pada masakan saksang ini.

Sering juga ditambah cabe keriting ataupun cabe rawit untuk memperluas spektrum rasa pedasnya dengan tarikan yang ciri khas. Saksang dibuat dengan kelapa parut yang disangrai, lalu ditumbuk hingga keluar minyaknya. Langkah memasak begini dikenal juga di Makassar untuk buat masakan palubasa. Akhirnya yaitu masakan dengan sedikit kuah kental yang sangat gurih serta lemak.

Pemasakan dikerjakan dengan api kecil kurun waktu yang cukup lama supaya bumbu-bumbu meresap kedalam serta ayam jadi empuk. Karenanya, begitu perlu untuk memakai ayam kampung. Teksturnya lebih tahan untuk dibuat lama, serta masih tetap ada sedikit kekenyalan saat disantap. Ayam negeri semakin lebih cepat hancur apabila dibuat lama.

Di Filipina, ada masakan yang begitu serupa dengan saksang – namun memakai semakin banyak darah. Hidangan itu dimaksud dinuguan (dari kata dugo yang bermakna darah). Suku Ilocanos di Filipina mengatakan masakan ini dinardaraan (dari kata darah ingat kalau di Tano Batak ada juga masakan yang dimaksud pinadar).

Fakta ini makin menyatakan teori mengenai peluang tautan darah pada orang Batak serta Filipina. Masakan saksang tanpa ada darah dengan selintas sangat serupa dengan masakan rica-rica di Sulawesi Utara. Bedanya sekali lagi, rica-rica dibuat tanpa ada kelapa.

Saksang ataupun rica-rica keduanya sama menghadirkan aroma daun jeruk dan tingkat kepedasan yang benar-benar menggigit. Rica-rica juga bukan sekedar lezat di buat dari daging babi, tetapi dengan juga daging sapi ataupun ayam.

Pedas serta lezatnya saksang – juga rica-rica – memanglah senantiasa buat nasi seberapa juga banyak juga akan selekasnya habis tandas. Tabo nai!

Sumber : resepiayammudah.com